JEMBER - Situasi pandemi Covid-19 menggugah para relawan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk berbuat lebih bagi sesama. Mereka membuka pendampingan gratis bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama 2 bulan.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui tautan https://s.id/kitabantuumkm yang dibuka sejak 3 Agustus - 6 Agustus 2021 mendatang.
Relawan TIK, Ulil Albab menjelaskan, pandemi membuat omzet UMKM menurun. Kondisi itu diperparah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Sejumlah pihak bergotong royong menyelenggarakan pendampingan UMKM Go Digital dengan semangat #BantuUMKM di tengah pandemi Covid-19," katanya, Selasa (3/8/2021).
Warga Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember ini menuturkan, gerakan ini diinisiasi oleh Relawan TIK Jember, Surabaya, Mojokerto, dan Sidoarjo.
"Serta beberapa organisasi yang fokus pada pengembangan UMKM," sebutnya.
Menurutnya, pendampingan ini merupakan gerakan mandiri sebagai wujud kepedulian antar sesama warga Indonesia.
"Kami percaya UMKM mampu bertahan di tengah kondisi ini. Kita pernah survive di tengah badai krisis moneter tahun 1998 lalu. Asa ini yang terus kita jaga," tegasnya.
Erlina Dwi, relawan TIK lainnya menyampaikan, pendampingan diharapkan membuat UMKM tetap bisa berjualan via online.
"Sebab pengguna internet di Indonesia tinggi. Ini yang harus kita manfaatkan untuk tetap bisa survive," kata warga Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember ini.
Adapun beberapa pendampingan yang akan diberikan di antaranya, foto produk dengan tenaga fotografer profesional; desain kemasan, bahan iklan dan promosi produk; serta kelas digital marketing.
"Pendampingan gratis dan akan berlangsung selama 2 bulan. Para pelaku UMKM bisa mendaftar pada tautan https://s.id/kitabantuumkm," bebernya.
Gerakan ini juga terbuka untuk umum, termasuk jika ada individu, organisasi atau lembaga yang ingin membantu gerakan tersebut.
"Karena kami yakin, badai pandemi ini akan berlalu jika rakyat saling membantu," tegasnya.
Berdasar data per Selasa (3/8/2021), sudah ada 150 UMKM dari seluruh Indonesia yang mendaftar.
"Terbanyak dari sektor food and beverages," sebut Zainul Hasan, seorang RTIK asal Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
Ia menjelaskan mekanisme pendampingan. Usai terdaftar, UMKM bisa datang langsung ke sekretariat membawa produknya untuk difotokan secara profesional sebagai media promosi.
"Jika ada yang dari luar daerah, bisa dikirim ke sekretariat melalui ekspedisi," kata Zainul.
Ia menambahkan, pendampingan ini tidak ada batasan kuota dan semua UMKM bisa mengikuti. Sebab, gerakan ini prinsipnya membantu sesama warga yang terdampak Covid-19.
"Karena kita sadar, jika UMKM tidak bangkit, ke depan ekonomi kita tidak bisa tumbuh dengan baik," pungkasnya. (amj)
| Pewarta | : Windi Sindiana |
| Editor | : Deni Ahmad |
Komentar & Reaksi