SIBER JATIM

Jelang Masuk Sekolah, Perajin Batik Siswa di Probolinggo Kebanjiran Order

Yuni Amalia - 30 June 2021 | 11:06
Peristiwa Nasional Jelang Masuk Sekolah, Perajin Batik Siswa di Probolinggo Kebanjiran Order

PROBOLINGGO – Tahun ajaran baru (TAB) 2021/2022 segera dimulai. Momentum itu diiringi naiknya permintaan seragam batik siswa di Kabupaten Probolinggo.

Apalagi, tahun ini ada peluang besar lembaga pendidikan bisa menggelar pertemuan tatap muka (PTM) jika diizinkan oleh Bupati setempat.

Perajin batik yang tergabung dalam Adikarya Perajin Batik Bordir dan Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo semringah. Pesanan seragam batik pelajar melonjak hingga 5 kali lipat dibanding tahun lalu.

“Alhamdulillah, jelang tahun ajaran baru ini ramai pesanan. Jauh lebih ramai dibandingkan saat pandemi Covid-19 awal tahun 2020 lalu,” ungkap seorang perajin batik Abrori Hidayat kepada siberjatim.com, Rabu (30/6).

Ia menyebut, permintaan tahun lalu sangat minim. Sebab, hampir seluruh lembaga pendidikan di kabupaten setempat tidak menggelar PTM, melainkan pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online.

“Tahun lalu dua IKM yang kami kelola bersama yaitu Padang Sapura dan Ronggomukti hanya mencatat pesanan maksimal 200 lembar seragam batik pelajar saja selama setahun,” sebut warga Desa Gebangan, Kecamatan Krejengan tersebut.

Sementara tahun ini, pihaknya sudah memproduksi 1.000 lembar kain batik siswa hasil pesanan dari 20 lembaga pendidikan. Pesanan itu didapat dari 3 kecamatan, yakni Kraksaan, Besuk dan Paiton.

“Jika melihat trennya, kemungkinan masih bisa bertambah. Apalagi prosesnya juga cepat. Kan batik cap,” tuturnya.

Untuk menggarap 1.000 lembar kain, pihaknya mengerahkan 8 pekerja. Waktu pengerjaan kain sejumlah itu tuntas dalam kurun waktu 4 bulan saja. “Hitungannya cepat. Sebab sebulan kita bisa menyelesaikan 250 lembar kain,” katanya.

Perajin batik lainnya, Yayuk Raudhatul Hasanah senada. Ia juga menerima banyak pesanan seragam batik pelajar tahun ini. Meskipun tidak sebanyak yang didapat Abrori. “Ada peningkatan 20 persen dari tahun lalu. Sekarang total 200 an lembar,” ucap Yayuk.

Warga Desa Sumberkembar, Kecamatan Pakuniran ini menerima pesanan dari Kabupaten Probolinggo wilayah timur, seperti di kecamatan Paiton, Pakuniran dan sekitarnya.

“Kemarin saya sudah kirim ke Paiton, tinggal memproses pesanan lainnya. Batik 200 lembar itu selesai dikerjakan sebulan saja,” tuturnya.

Setiap lembar kain batik pelajar berukuran 175 cm x 110 cm. Warna kain bagi siswa SD merah, siswa SMP/MTs biru dan untuk SMA/SMK/MA biru dongker. Harga per kain dipatok sama rata yakni Rp 85 ribu per lembar. (amj)

Pewarta : Yuni Amalia
Editor : Deni Ahmad

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya