SIBER JATIM

Aktivis: Kerjasama Diskominfo Bondowoso dengan Wartawan Salah Kaprah

Teamwork - 08 July 2022 | 12:07
Peristiwa Daerah Aktivis: Kerjasama Diskominfo Bondowoso dengan Wartawan Salah Kaprah

BONDOWOSO - Junaidi, Ketua Aktivis Bara Nusa Bondowoso menilai, mekanisme kerjasama yang dilakukan Diskominfo Bondowoso dengan wartawan selama ini salah kaprah.

Menurut Junaidi, kebijakan yang selama ini diterapkan langsung dengan wartawan itu tidak dibenarkan.

"Saya menilai kerjasama Diskominfo Bondowoso dengan wartawan salah kaprah. Karena DPA yang kami pahami adalah kerjsama dengan perusahaan media bukan wartawan," tegasnya, Jumat (08/07/2022) lewat sambungan selulernya.

Jika Diskominfo Bondowoso memiliki landasan hukum, kata Junaidi kerjasama dengan wartawan itu harus dijelaskan secara gamblang kepada publik.

"Andaipun pihak Diskominfo Bondowoso bisa menjelaskan dasar hukumnya silahkan," sebutnya.

Aktivis yang sekaligus pimpinan perusahaan media Sigap 88 ini juga mengaku sangat menyayangkan, adanya pengakuan dari salah seorang wartawan yang mengaku ada dugaan pemotongan (mengembalikan sebagian).

"Jika alasan mengatasnamakan pajak itu tidak logis. Apakah pajak harus sebanyak itu. Sementara pajak PPN dan PPH sudah ditentukan besarannya oleh pemerintah. Jangan dijadikan alasan pajak, jika itu ada indikasi pungli," tegasnya.

Junaidi berkomitmen, akan terus mengawal persoalan itu, sampai menemukan titik terang.

"Tujuannya, agar ada perbaikan dan tidak tebang pilih. Karena semua memiliki hak yang sama. Akan terus kita kawal, kalau ada indikasi pungli atau mengarah ke pidana akan kita laporkan ke APH," tutupnya.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso Achmad Dafir mendorong pihak Diskominfo Bondowoso transparan.

Dafir menilai, perusahaan media yang memiliki naungan hukum dan sudah standart perusahaan pers memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kerjasama.

"Tidak boleh ada kesan diskriminasi. Harus memberikan kesempatan yang sama. Tidak boleh ada pengistimewaan, karena mereka juga berhak bekerjasama," tegasnya.

Dafir berjanji juga akan mendorong pihak Komisi 1, untuk memanggil Kepala Diskominfo Bondowoso untuk menjelaskan dan membuka secara terbuka data penerima kerjasama.

"Akan kita dorong, Kita akan sampaikan itu ke komisi 1. Kalau perlu, kita hadirkan juga pimpinan medianya, agar sinkron terkait ramainya kerjasama ini," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Diskominfo Bondowoso saat dikonfirmasi wartawan enggan berkomentar banyak terkait kerjasama media. "Kami masih pelajari pak," tulisnya. (Team)


Pewarta : Teamwork
Editor : Imam Haironi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV