SIBER JATIM

Ratusan Anak jadi Yatim/Piatu Akibat Covid-19, Ini Langkah Dinsos Bondowoso

Bahrullah - 19 August 2021 | 13:08
Pemerintahan Ratusan Anak jadi Yatim/Piatu Akibat Covid-19, Ini Langkah Dinsos Bondowoso

BONDOWOSO - Ratusan anak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur menjadi korban Covid-19. Tidak hanya yang meninggal dunia karena terpapar, tetapi juga yang ditinggal meninggal orang tuanya akibat paparan virus tersebut.

Tercatat, hingga kini ada 187 anak menyandang yatim/piatu akibat Covid-19 di Kabupaten Bondowoso. Dinas Sosial (Dinsos) setempat pun melakukan beberapa langkah penanganan.

Kepala Dinsos Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah menjelaskan, pihaknya hingga kini masih melakukan pendataan anak-anak korban Covid-19.

"Pendataan dari Juli - Agustus ini sudah ada 187 anak yang menjadi yatim (tidak memiliki bapak), piatu (tidak memiliki ibu) dan yatim piatu (tidak memiliki bapak dan ibu) di Bondowoso akibat ditinggal meninggal orang tuanya usai terpapar Covid-19," ungkap Anis kepada siberjatim.com, Kamis (19/8/2021).

Beberapa pendampingan pun dilakukan. Tidak hanya pendampingan psycho social, melainkan juga berusaha menjamin tempat tinggal dan pendidikan si anak tersebut.

"Kita juga berkoordinasi dengan beberapa pihak, mulai dari DPPKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana), Dispendukcapil, Dinas Pendidikan, dan relawan Tagana," sebutnya.

Beberapa upaya yang dilakukan yakni memastikan adanya administrasi kependudukan (Adminduk), perlindungan sosial, jaminan pendidikan hingga kepastian hunian dalam jangka panjang.

"Misal di sana kami temukan setelah ditinggal meninggal orang tuanya, lalu tidak ada yang merawat, maka bisa kami arahkan ke panti sosial," ucap wanita asal Banyuwangi ini.

Dinsos Kabupaten Bondowoso juga telah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur. 

"Data akan terus kita himpun dari bawah, termasuk akan bekerjasama dengan kawan-kawan media. Yang jelas yang kita data adalah anak berusia di bawah 17 tahun dan ditinggal meninggal oleh salah satu atau kedua orangtuanya akibat terpapar Covid-19," bebernya. 

Pihaknya berharap program ini bisa menjadi solusi bagi anak-anak yang nasibnya kurang beruntung di masa pandemi ini. 

"Sebab masa depan anak-anak itu masih panjang. Mereka berhak mendapatkan jaminan pendidikan dan sosial yang layak. Dan itu yang sedang kita upayakan secara maksimal," tegas Anis. (amj)


Pewarta : Bahrullah
Editor : Deni Ahmad

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV