TUBAN - Dua warga di Kabupaten Tuban, Jawa Timur menolak Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diperuntukkan dirinya. Mereka memilih untuk menggeser bantuan tersebut ke tetangganya yang kurang mampu.
Ini terjadi di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Ada perbedaan data dari Pemdes dan Kemensos RI. Sehingga muncul 3 nama warga yang tergolong mampu lantas menerima bansos tersebut.
Dikutip dari suaraindonesia.co.id -jaringan siberjatim.com, 2 dari 3 warga itu menggeser BST nya kepada tetangganya yang dinilai kurang mampu.
Mereka adalah Ahmad Taufiq (16), melimpahkan BST Rp 600 ribu kepada tetangganya, Nikmatul Sa'adah (40) dan Sulistiono (16), menggeser BST ke Umi Kholifah (50).
Ahmad Taufiq menilai, BST yang diterima sangat tidak tepat sasaran. Penyebabnya, selain karena ia adalah anak dari keluarga berekonomi mampu, juga masih berstatus sebagai pelajar.
"Jadi saya alihkan ke ibu Nikmatul yang lebih berhak saja," kata Ahmad Taufiq.
Umi Kholifah, penerima pengalihan BST mengaku sebenarnya pernah menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
"Sehari-hari biasanya saya berkeliling kampung menjual jajanan anak-anak. Kalau dulu dapat BPNT, tapi sekarang sudah tidak cair lagi. Alhamdulillah BST ini bisa saya buat belanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," terang Umi. (amj)
| Pewarta | : Irqam |
| Editor | : Deni Ahmad |
Komentar & Reaksi