SIBER JATIM

Jeruk Siem Semboro Manis, Namun Masih Tersimpan Rasa 'Pahit' Bagi Petaninya

Windi Sindiana - 07 April 2021 | 11:04
Ekonomi Jeruk Siem Semboro Manis, Namun Masih Tersimpan Rasa 'Pahit' Bagi Petaninya

JEMBER - Buah Jeruk yang dihasilkan petani Kabupaten Jember khususnya di Kecamatan Semboro terkenal manis. Tampilan buahnya pun unik dan segar.

Namun buah yang terkenal dengan sebutan "Jeruk Siem Jember " itu terasa pahit manakala kini harganya anjlok hingga ke level terendah Rp 5500-6000 ribu ditingkat petani. 

"Harga jeruk tersebut masih mending, namun jika dibandingkan biaya produksi masih tidak memihak keuntungan," kata Wawan petani asal Desa Sidomekar Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, Rabu, (07/04).

Wawan mengungkapkan, untuk biaya produksi per hektar untuk tanaman jeruk umur 3-4 tahun agar menghasilkan buah jeruk yang maksimal membutuhkan kurang lebih 1 ton jenis NPK dan Za untuk sekali pupuk sedangkan dalam setahun 2-3 kali pemberian pupuk, belum lagi kata dia biaya untuk disinfektan. 

"Bagi petani ketersedian pupuk sangatlah penting, agar terus berproduksi. Untuk biaya produksi yang tinggi, petani hanya bisa pasrah jika harga jeruk dipasaran sedang anjlok, namun bagi petani rasa syukur lah yang utama," ungkapnya. 

Selain petani jeruk Wawan juga memasok Jeruk Semboro keluar kota seperti Surabaya hingga ke kota Yogyakarta. Jenis jeruk Siem Semboro sendiri masih menjadi primadona di luar kota Jember.

"Jeruk Siem Jember ini sudah terkenal di luar kota, namanya bukan lagi Jeruk petani dari Kecamatan namun nama kota Jemberlah yang terkenal," tuturnya.

Ia berharap, potensi buah lokal dan membawa nama kabupaten seperti Jeruk Siem ini untuk mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat. Misal penampung jeruk dan petani bisa bersatu membahas kondisi harga Jeruk dengan pemerintah setempat. Dengan demikian, diharapkan bisa mengambil kesimpulan untuk mengatasi kondisi harga. 

"Spekulasi pasar penyebabnya, kalau buah dari luar kota membanjiri di pasar besar maka harga Jeruk Siem Jember anjlok. Kami berharap Pemkab Jember dapat memberikan solusi untuk memecahkan permasalahan yang kerap terjadi saat panen raya tiba," harapnya. (*)

Pewarta : Windi Sindiana
Editor : Junaidi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya