SIBER JATIM

Gunung Piramid Masuk Pengembangan Ijen Geopark, Ini Kata Perhutani-Pemkab Bondowoso

Wilda Natasya - 12 August 2021 | 12:08
Wisata Gunung Piramid Masuk Pengembangan Ijen Geopark, Ini Kata Perhutani-Pemkab Bondowoso

BONDOWOSO - Gunung Piramid masuk ke dalam rencana pengembangan wisata kawasan hutan di Kabupaten Bondowoso. Itu terungkap usai Pemkab - Perhutani setempat sepakat dalam percepatan Ijen Geopark.

Adm Perhutani KPH Bondowoso Andi Adrian Hidayat mengatakan, gunung piramid menjadi salah satu kawasan hutan yang diproyeksi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata hutan.

"(Ijen) Geopark ini hampir 70-80 persen lahannya di kawasan Perhutani," kata Andi kepada siberjatim.com usai Penandatangan MoU Pemkab Bondowoso-Perhutani KKPH Bondowoso di pendopo Bupati, Kamis (12/8/2021) siang.

MoU itu menyepakati tentang tata kelola destinasi wisata di kawasan hutan kabupaten Bondowoso. Perhutani selaku pengelola memandang perlu berjalan bersama Pemerintah Daerah. 

"MoU ini yang menjadi dasar penggerak. Sebab potensi wisata kita banyak. Ada kawah wurung, (air terjun) tancak kembar, pendakian gunung piramid, potre koneng, puncak Megasari, kawah Ijen, dan gua Buto," sebut Andi.

Menurutnya, wilayah Ijen Geopark luas. Tidak hanya meliputi kawasan Ijen saja, melainkan sampai di lereng Argopuro. Ijen Geopark merupakan program kolaborasi antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, sesuai arahan Gubernur Jawa Timur.

"Habis ini kita akan tindak lanjuti," paparnya.

Andi menambahkan, kerjasama tersebut tidak hanya melibatkan Perhutani dan Pemkab, melainkan juga membuka peluang bagi masyarakat melalui lembaga-lembaganya. 

"Bagaimana teman-teman LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) di lapangan punya greget membangun wisata," tutur Andi.

Menurutnya, jika terkoordinasi dengan baik, bakal banyak terbangun objek wisata andalan di kawasan hutan Bondowoso.

"Tapi jangan garap wisata yang gak direncanakan, tahu-tahu bikin. Harus sesuai koridor yang benar," imbaunya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bondowoso, Mulyadi menyebut, MoU itu sebagai upaya persiapan dan percepatan pengembangan wisata di Kabupaten Bondowoso.

"Dalam waktu dekat, kami akan mengundang para pelaku usaha wisata. Ditata dari sekarang. Jadi ketika pandemi berakhir, gak bingung lagi. Semua wisata sudah siap," tegas Mulyadi. (amj)

Pewarta : Wilda Natasya
Editor : Deni Ahmad

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV