PROBOLINGGO – Baru-baru ini muncul video viral di media sosial yang memperlihatkan buku pelajaran bertuliskan corona virus. Buku itu adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk SMP/MTs kelas 8 cetakan tahun 2017. Padahal, wabah Corona Virus Disease (Covid-19) baru heboh sejak akhir tahun 2019 silam.
Kalimat Corona Virus berada di halaman 64 Bab 8 yang membahas Sistem Pernafasan, Huruf B Gangguan pada Sistem Pernafasan Manusia dan Upaya untuk Mencegah dan Menangulanginya, di angka 1 soal Tonsilitis.
Dalam buku itu dijelaskan bahwa virus yang dapat menyebabkan tonsilitis (amandel) yaitu, Adenovirus, Rhinovirus, Influenza dan Corona virus. Gejala tonsilitis yakni sakit tenggorokan, tonsil mengalami peradangan, batuk, sakit kepala, sakit pada bagian leher atau telinga dan demam.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Agus Lithanta membenarkan hal itu. Menurutnya, buku tersebut dipakai atau dipelajari murid SMP.
“Ya, memang buku itu dipakai dan diedarkan. Itu buku cetakan tahun 2017,” ucap Agus.
Dengan demikian, siswa SMP sudah lama tahu dan faham virus corona. “Kalau tahunya sudah dulu. Cuma sama atau tidak, kita tidak tahu. Mungkin virusnya lebih dahsyat yang sekarang daripada yang dulu,” terangnya.
Sedangkan juru bicara satgas penanggulangan Covid-19 Kota Probolinggo dr Abraar HS Kuddah membenarkan kalau istilah corona virus sudah ada sejak dulu. Bahkan, ia mencontohkan salah satu cairan pembersih yang gunanya bisa membasmi virus corona.
Namun menurutnya, keganasan serangan virus corona dulu tidak sama dengan sekarang. Makanya, Covid-19 disebut juga dengan nama virus seribu wajah. “Lebih ganas virus corona yang sekarang. Menyerang seluruh bagian tubuh,” ujarnya. (amj)
| Pewarta | : Yuni Amalia |
| Editor | : Deni Ahmad |
Komentar & Reaksi