SIBER JATIM

Jejak Peradaban Megalitikum, Ditemukan 26 Makam Batu di Situbondo

Andy Yuwono - 29 June 2021 | 10:06
Peristiwa Nasional Jejak Peradaban Megalitikum, Ditemukan 26 Makam Batu di Situbondo

SITUBONDO - Tim Cagar Budaya Yayasan Museum Balumbung Situbondo (TCB - YMBS) menggandeng Balai Arkeologi (Balar) Jogja. Mereka melakukan survei lapang di situs Patemon, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo pada Senin (28/6/2021).

Ketua TCB- YMBS Irwan Kurniadi mengatakan, kegiatan survei lapang sebelumnya dilakukan di Kecamatan Banyuputih dan Kecamatan Asembagus kabupaten setempat pada Minggu (27/6/2021) lalu.

"Kami mengundang para arkeolog yang berkompeten dalam proses penelitian jejak purbakala yang runutannya dari era Nirleka (prasejarah, red), dimulai dari Situbondo wilayah timur," ujar Irwan.

Sementara di situs Patemon Kecamatan Bungatan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim diidentifikasi terdapat sedikitnya 26 tempat menyimpan jenazah dari batu atau sarkofagus.

"Tim mendapati bekal kubur berupa manik-manik, fragmen gerabah dan fragmen alat pertukangan yang kini diamankan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Patemon," kata Irwan.

Hanya saja, lanjut dia, temuan itu sisa perburuan liar yang dilakukan para pemburu barang antik di dekat sarkofag. Di satu sisi, edukasi Pokdarwis terhadap warga atas pelestarian cagar budaya secara intensif dilakukan.

Ketua Pokdarwis Terpadu Soeradikara Situbondo Agung Hariyanto membenarkan jika edukasi untuk melindungi potensi cagar budaya kerap dilakukan sejak tahun 2017.

"Hasilnya, warga menangkap basah pelaku penjarahan yang melakukan penggalian ilegal di area situs," terang Agung.

Ketua Tim Survei Arkeologi Situbondo Balar Jogja Putri Novita Taniardi mengatakan, penggalian di tempat yang mengandung benda purbakala atau ekskavasi tidak boleh dilakukan tanpa dilakukan arkeolog. 

"Ekskavasi hanya dapat dilakukan oleh Balar dan BPCB atau arkeolog yang memandu sesuai regulasi. Tentu data arkeologi dapat diselamatkan," ucap Putri.

Terkait tinggalan arkeologi di situs Patemon, imbuh Putri, butuh pengamanan dan tindakan preventif agar ke depan potensi cagar budayanya tetap terpelihara.

"Yang jelas, situs Patemon merupakan salah satu jejak peradaban dan kebudayaan megalitikum yang cukup menjanjikan ke depan bagi ilmu pengetahuan," pungkas Putri. (andiy/amj)

Pewarta : Andy Yuwono
Editor : Imam Haironi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya