SIBER JATIM

Terkait Anggaran Publikasi, Diskominfo Bondowoso Ditantang 'Buka-bukaan'

Teamwork - 07 July 2022 | 10:07
Peristiwa Daerah Terkait Anggaran Publikasi, Diskominfo Bondowoso Ditantang 'Buka-bukaan'

BONDOWOSO - Dunia pers di Kabupaten Bondowoso mendadak ramai akibat pemberitaan salah satu media online yang memberitakan daftar media dan besaran jumlah kerjsama yang diterima.

Data itu, memuat sejumlah pemilik perusahaan dan nominal yang diduga bersumber dari Diskominfo Bondowoso.

Akibatnya, pemberitaan itu menuai pertanyaan pro dan kontra dan meminta dinas terkait berani buka-bukaan karena dijamin oleh Undang-undang keterbukaan informasi publik.

"Jika itu benar data bersumber dari Diskominfo Bondowoso, kami sebagai putra daerah sangat kecewa. Karena setiap kami ajukan kerjasama katanya masih belum ada anggaran dan menunggu lama," beber Ali Wafi, owner media online, Zonapostindonesia.com, Kamis (08/07/2022) lewat sambungan selulernya.

Wafi menilai, selama ini keterbukaan informasi publik khususnya di Kabupaten Bondowoso masih terkesan tertutup.

"Kalau berani dan memang bekerja untuk rakyat, kami tantang buka-bukaan. Sumbernya dari mana saja. Apalagi ini dijamin oleh UU KIP," sebutnya.

Wafi menganggap, kerjasama yang terbangun selama ini masih terkesan ada diskriminasi.

"Terkesan diskriminasi, karena kami menilai ini ada kesenjangan. Baik jumlah nominal dan pemberian kesempatan pada media lain kesannya kurang terbuka," paparnya.

Pria lulusan S2 UIN Jember ini berharap, terbongkarnya persoalan tersebut sebagai bentuk pembelajaran bersama.

"Sudah benar apa belum SOPnya. Kemudian, kategori penerimaan advertorial itu bagaimana. Tolonglah, beri kesempatan yang lain," ucapnya.

Lebih jauh kader ANSOR Bondowoso ini kembali mengaku kecewa dan menyesalkan, penjaringan perusahaan media publikasi yang masih terkesan mengedepankan kedekatan.

"Itu kan uang rakyat. Kami meminta, DPRD bisa menghadirkan kepala dinas atau kalau perlu, semua praktisi media diundang," tutupnya.

Pernyataan senada disampaikan pemilik perusahaan Deteksinews.co.id Adi Purnomo.

Dirinya menilai, Diskominfo masih seperti terkesan tebang pilih menjaring media untuk bermitra.

"Ini kesannya itu-itu saja yang terkesan mendominasi. Sementara yang lain dibuat ngambang tidak ada kejelasan," kesalnya.

Ditanya terkait tulisan salah satu media yang berani membongkar data, pihaknya tetap memberikan dukungan jika memang harus dilakukan.

"Bongkar saja, biar masyarakat semua tahu. Karena itu adalah uang rakyat yang bersumber dari pajak," pintanya.

Sementara Ghozal, Kepala Dinas Kominfo Bondowoso menanggapi singkat pertanyaan wartawan.

Dirinya menjawab, masih akan mempelajari terkait data yang sempat ramai itu, " Kami masih pelajari pak," tulisnya. (TEAM)

Pewarta : Teamwork
Editor : Imam Haironi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV