BOJONEGORO - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 berdampak pada aktivitas masyarakat di luar rumah. Terbukti, mobilitas warga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur turun.
Tidak hanya di jalan provinsi yang menghubungkan Bojonegoro-Lamongan, tetapi juga jalan poros kecamatan hingg jalan Desa. Padahal, jalan-jalan tersebut cukup ramai sebelum penerapan PPKM darurat.
Kapolres Bojonegoro AKBP E.G. Pandia mengungkapkan, penurunan mobilitas masyarakat di Bojonegoro tersebut berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan dalam beberapa hari belakangan.
"Hasil monitoring menunjukkan Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang tingkat mobilitasnya bisa turun," katanya, Senin (12/7/2021).
Menurutnya, penurunan mobilitas di Bojonegoro sedikit lebih rendah jika dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
Pihaknya juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang mengurangi kegiatan di luar rumah ketika tidak ada keperluan yang sangat penting selama PPKM darurat diberlakukan.
"Kesadaran yang luar biasa bagi masyarakat Bojonegoro," ucapnya.
Meskipun demikian, upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat guna menekan tingkat penularan Covid-19 akan intens dilakukan.
"Harus lebih intens lagi, karena belum ada 40 persen penurunannya, sehingga benar-benar harus kita tingkatkan selama PPKM darurat," tegas Kapolres. (ali/amj)
| Pewarta | : Adi Permana |
| Editor | : Nanang Habibi |
Komentar & Reaksi