SIBER JATIM

Berangkat Adu Merpati, eh Malah Terjaring Operasi Yustisi

Yuni Amalia - 01 July 2021 | 22:07
Peristiwa Daerah Berangkat Adu Merpati, eh Malah Terjaring Operasi Yustisi

PROBOLINGGO – Kegiatan operasi yustisi masih terus dijalankan oleh Satgas Covid-19. Tidak hanya di tingkat Kabupaten, melainkan juga di tingkat desa.

Seperti yang terjadi di Desa Segaran, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, Kamis (1/7). Puluhan orang terjaring razia. Beberapa di antaranya warga yang akan menggelar adu merpati. Dalam istilah lokal disebut Tota’an.

Puluhan pengendara terjaring operasi sejak pukul 09.00, tepatnya di pertigaan Desa Segaran, Kecamatan Tiris. Petugas yang menjalankan operasi terdiri dari Satgas Kecamatan Tiris dan Satgas Desa Segaran.

“Selain dari Pemdes beserta perangkat, hadir juga dari Mapolsek, Koramil, Puskesmas dan bidan desa,” ungkap Kepala Desa Segaran Sadi.

Kebijakan ini merupakan tindaklanjut dari instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang diturunkan hingga ke tingkat desa. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Segaran diterapkan 2 kali.

“Pertama 2 bulan lalu, kemudian yang kedua hari ini. Selain membagikan masker, bagi pelanggar juga dihukum push up oleh petugas,” paparnya.

Para pengendara yang tidak mengenakan masker dan datang dari 3 jalur yang berbeda terjaring oleh petugas.

Mayoritas dari mereka beralasan lupa membawa masker. Sebagian pengendara ketika melihat ada petugas di pertigaan langsung berhenti di warung secara dadakan atau memilih putar balik.

“Ketinggalan di rumah maskernya, pak,” tutur seorang pengendara muda disambut dengan jawaban instruksi push up oleh petugas operasi.

Dari jumlah pengendara yang terjaring, sebagian ada kelompok adu merpati. Mereka membawa puluhan merpati di dalam sangkar yang dibawa mengendarai sepeda motor.

“Mau tota’an di sana,” ucap Anwar, warga Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris.

Tota’an merupakan tradisi melepas puluhan merpati di satu tanah lapang. Merpati yang hafal jalan pulang ke pagupon (rumah asal,red) nya, maka akan selamat dan kembali kepada pemiliknya.

Namun bagi merpati yang bingung dan tertinggal di lokasi, maka akan diperebutkan oleh warga sekitar. Tradisi ini berlaku home – away alias kandang – tandang.

“Begitu juga aturannya nanti bagi kelompok Desa Segaran suatu saat nanti jika main ke Ranuagung. Ini ajang silaturahmi antar warga,” ungkapnya.

Mengenai alasan tidak membawa masker, Anwar mengira bahwa pandemi corona virus disease (covid-19) sudah berakhir.

“Saya biasa lewat jalan ini gak ada operasi kok. Ya kaget aja pas sekarang ada cegatan (operasi yustisi) begini,” tuturnya. (amj)

Pewarta : Yuni Amalia
Editor : Deni Ahmad

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV